Photobucket
Wednesday, April 15, 2009
Nathan & Batuk
Udah hampir satu bulan lebih Nathan batuk. Berhenti 2 hari setelah itu batuk lagi. Mama jadi kasian melihatnya. Udah gitu tiap hari minum obat. duh! mama juga jadi kasian ama kerja ginjalnya:( sedih tentu saja. Tapi apa mau dikata, Nathan memang punya asma & alergi. Beberapa kali mama observasi, apa sebenarnya pemicu alerginya itu. Dan setelah sekian lama mama baru tau ternyata Nathan alergi terhadap debu, goreng2an, terutama makanan yang mengandung banyak minyak, permen,susu sapi , coklat dan masih ada beberapa makanan yang sampai saat ini masih mama observasi. Agak gimana juga rasanya, Nathan yang biasanya mama kasih makan apa aja, sekarang harus benar-benar dibatasi. Bahkan untuk penggunaan minyak pun mama rada takut. Jangan jangan bikin batuk!.

Setelah satu bulan capek bolak balik ke Dsa-nya akhirnya mama & papa putusin tuk bawa Nathan ke Spesialis paru aja. Puji Tuhan, dokternya bilang Nathan baik-baik aja, memang ada asma dan alergi. Dokternya minta mama jauhi Nathan dari penyebab alerginya, sebenernya gampang-gampang susah juga, kalo Debu terus terang mama angkat tangan. Dirumah memang mama selalu wanti wanti ke mbak Jumi supaya "Keep Clean" semua ruangan terutama kamar tidur. Tapi siapa yang bisa menjamin diluar tidak berdebu, jalanan, sekolah....pusyingg kan!
Makanan termasuk yang masih bisa mama kendalikan. Sejak ketauan alergi goreng-gorengan, hampir dipastikan makanan Nathan tidak pernah lagi digoreng. Untuk susu UHT cair yang biasa mama belikan, udah tidak pernah kliatan lagi nongkrong dikulkas mama. Belum lagi coklat kesukaan Nathan, semua tidak tampak lagi. Dalam hati, kok kasian bener anakku ini. Disaat teman-temannya asyik mencicipi makanan ini itu, eh Nathan harus belajar menahan diri. Awalnya memang agak berat, tapi setelah beberapa kali Nathan nekad maem yang dilarang, dan setelah itu batuk tiada henti menderanya. Kapok deh! semacam ada ketakutan didalam dirinya. Saat ini Nathan lebih sering bertanya, "bole gak ma?","Bikin batuk gak ma?"
Dalam hati memang sedikit lega, berarti Nathan sudah ngerti kalo makanan & minuman tertentu memang tidak bersahabat dengannya. Sedih! tentu saja mama sedih. Angelo yang seharusnya masih dalam masa petualangan dalam kuliner, terpaksa harus mematuhi batas-batas yang sangat ketat. hiks! Sering terbersit dalam hati, kenapa ya penyakit alergi dari aku & asma keluargaku harus diturunkan pada buah hatiku ini. Tapi ya sudahlah, semuanya sudah digariskan Tuhan.

Tadinya mama & papa sempat saling menyalahkan, sewaktu dokter bertanya,"apakah dikeluarga bapak dan ibu ada yang asma?"
Mama dan papa saling mengeleng waktu itu. Namun seiring waktu, dan ditelusuri sana sini, ternyata nenek papa juga ada yang asma. Dan setelah mama juga mengingat-ingat, dan mengkonfirmasi ke mom, ternyata Khiu khiu (adek mama) juga ada yang asma. owalah! gimana tuh? siapa yang mau disalahkan?

Sekarang semua itu tidak lagi penting, mau keluarga mama atau papa, toh kenyataannya Nathan memang punya asma. Sekarang satu-satunya cara menghindari pencetus alerginya. Atau minimal menjauhkan Nathan dari pencetusnya.
Dan jadilah saat ini mama "overprotective", kata-kata yang hampir setiap hari keluar:
1. Jangan capek ya Nak, istirahat yang banyak
2. Minum air putih yang banyak ya
3. Jangan main yang kotor ya
4. Awas ada debu
5. Kalo ada asap rokok, jauhi ya
6. Jangan makan kerupuk
7. Jangan makan permen
8. Jangan
9. Jangannn
10. dan Jangan...

Semuanya demi kamu, angeloku. Mama ingin melihatmu tumbuh sehat. Mama ingin melihat BBmu naik terus, bukannya turun naek kayak lift. Be healthy ya dear! Mama hanya bisa menjagamu sejauh mata memandang, selebihnya biarlah Bapa yang selalu melindungi disetiap langkahmu, disetiap sehat & sakitmu dan disetiap detikmu. Amin.

Labels:

posted by Liana @ 7:06 AM  
4 Comments:
  • At 12:40 PM, Blogger ke2nai said…

    Jd inget pengalaman sy. dulu Nai sering bgt batpil sm sesak. Trus ditanya ada yg asma gak di keluarga. Kami langsung blg gak ada. Krn setau kami, kami berdua termasuk orangtua & sodara2 kandung gak ada yg asma. Tp setelah di telusuri t'nyata tantenya suami ada yg asma. Kami ty ke dsa, kt DSA nya selama tantenya itu ada hubungan darah (tantenya ini adik kandung mamah mertua) berarti bisa jadi Nai kena asma.
    kalo Nai asmanya karena debu, jd hrs makin rajin2 aja bebersih nih.. :D
    FYI aja mbak, sy pernah baca di kompa (udah agak lama sih), katanya yoghurt itu selain bagus u/ pencernaan juga bagus u/ meningkatkan daya tahan tubuh & mengurangi kambuh pada penderita asma. Anak2 sy rutin konsumsi yoghurt. Bisa jadi krn rutin mengkonsumsi skrg daya tahan tubuh Nai lebih rentan, jarang sekali batpil. Bahkan udah hampir setahun ini dia blm kelihatan kambuh.. Alhamdulillah..

     
  • At 2:15 PM, Anonymous zee said…

    Hai Salam Kenal juga ya...
    Sudah saya link back ya..

    Kalo saya, kebeneran sejak kecil si Vaya udah ketauan alergian. Memang tdk parah-2 banged artinya ga semua alergi, tp akan parah bila kena pencetusnya. Misalnya makanan yg ga pas ato debu. Jd memang sejak lahir saya yg selalu jaga makan, dan sejak dia mpasi jg makannya dijaga. Biarlah dibilang ga variasi drpd kasihan anaknya ya kan..? :)

    Tp kasian jg ya Nathan da 5th kan pasti lg semangat2nya jajan... tp harus diet alergi..

     
  • At 8:51 PM, Blogger Michael, Ryan , Emily's Mommy said…

    Berdasarkan pengalamanku nih ya Sar, aku juga alergi debu, dan suka sesak nafas, tapi bukan asma menurut dokter, karena alergi aku itu lah, aku kadang malas hirup udara , jadinya aku suka tahan nafas karena takut batuk ( maklum anak kecil nggak ngerti)
    Solusinya, aku diikutin les renang sama mama, selain buat melatih pernafasanku, aku juga jadi senang bernafas karena aku nggak ngerasa menghirup udara kotor..sejuk karena air kolam.
    Aku juga lactosan tolernt, alergi sama susu. dan daging ..
    Tapi kecil aku dipaksa banget minum susu, meski setelah itu aku muntah muntah.
    Akhirnya mamaku beli SKIM MILK.. itu susu bubuk mamaku beli di toko bahan bahan bikin khusus bikin kue ( di cirebon dulu) , di jakarta pasti ada,katanya itu Fat Free atau gimana gitu, yang jelas minum itu aku nggak muntah muntah.
    Atau kalau disini dokter coba nyaranin Minum/ makan Ice cream.. buat anak anakku (Michael jadi lactose tolerent kayak aku juga ), biar mereka terlatih perutnya, jadi lama lama bisa nggak alergi, jadi jangan dipantangin semua sama sekali.. sedikit sedikit.
    Minyak goreng? pilih yang noncolesterol, dan jangan ngulang gorengan dengan minyak yang sama buat makannya dia.
    Mudah mudahan bisa bantu biar Nathan tumbuh Normal, dan tidak banyak JANGAN..JANGAN.. dan JANGAN :)

     
  • At 6:00 AM, Anonymous Penny said…

    meutia (si sulung) juga ada bawaan asma (turunan dari kakek yang dari ayahnya), kambuh klo dah udara kotor banget. pasti langsung batuk, pilek, sesak. maklum lah.. kami tinggal di area tambang batu bara yg rawan akan debu batubara...

    oh iya.. makasih ya.. dah berkunjung... salam kenal dan insya allah nti saya link juga..

     
Post a Comment
<< Home
 
 
Clock


Tangerang
Get paid to write online

Earn Money from Blogvertise

Advertise On This Blog

William in memoriam

Lilypie Angel and Memorial tickers

Nathan & Kenzie's Ticker

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers Lilypie - Personal pictureLilypie Second Birthday tickers

Anniversary

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Shout box


ShoutMix chat widget

Box Journal
Archives
Friends & favorite link
Powered by

Isnaini Dot Com and Car Pictures

BLOGGER

/