| Sunday, December 05, 2010 |
| Tidak semua orang bisa menghargai karya kita |
Sejak SD aku sudah mulai menyukai segala macam bentuk kerajinan, terutama rajutan. Sebagian hasil karyaku selalu aku jual. Lumayanlah buat menambah uang jajan. Tapi dari semua itu yang paling penting adalah ketika orang begitu terkesan dengan hasil karyaku. Dan crochet adalah hobby yang paling menggoda. Sempat vakum beberapa tahun. Tapi kemudian mulai tergila-gila lagi sejak punya anak.
Ketika tidak bekerja lagi, aku memutuskan untuk menekuni hobby ini sebagai salah satu pekerjaan. Menerima pesanan rajutan dari para customer. Dan mulai memasarkannya lewat FB dan blog. Responnya cukup baik. Namun ternyata dan ternyata.... suatu hari aku mendapat komentar yang cukup membuat kaget, dan mungkin bisa jadi sentilan juga buat aku....ternyata tidak semua orang menyukai karyaku. Komentarnya BARANG JELEK BGINI DIJUAL...MENUHIN WALL GUE AJA LO...
Padahal aku juga tidak pernah ngetag ke dia, just publish my picture:) lucu aja tuh orang. Sukurnya masih banyak yang memberi support. Tapi kemudian aku berpikir, mungkin dia termasuk orang yang memang tidak pernah bisa menghargai hasil karya orang, atau mungkin karena memang dia tidak pernah bisa menghasilkan sesuatu...,mungkin saja dia iri. Tapi dari semua itu aku hanya berpikir, mungkin ini tegoran agar aku tidak harus merasa puas dengan kerjaanku. Membuatku berpikir untuk berkreasi lebih baik lagi. Thanks for her, walaupun lewat kritikannya yang cukup tajam itu, bisa mendorongku untuk berkarya lebih baik lagi.
My new creation: Melihat pita2 yang dikreasikan dengan cantiknya, aku akhirnya tergerak untuk membuatnya sendiri, setelah membeli bahan-bahannya, aku mulai berkreasi....dan tentu saja internet sangat-sangat membantuku. dari salah satu situs Girlythingsbow aku mulai belajar berkreasi dari pita. Many thanks to this site:) menambah koleksiku, dan membuat semangatku terus mengebu menghasilkan rupiah untuk membantu suamiku tentunya:) HARGA JUAL DARI 15.000 - 17.500
       Jualanku yang lagi booming Awalnya aku tidak begitu tertarik untuk memasarkannya, tapi siapa sangka respon pasar sungguh luar biasa. Mungkin inilah yang disebut berkat dari Tuhan. Disaat pengeluaran memang lagi banyak dan sebentar lagi akan ada pernikahan adik kandungku dan adik sepupuku yang berdekatan. Ternyata Tuhan mengirimkan berkatNya.
Thanks to my cousin "Novi" yang telah menawarkan produk ini sehingga bisa membantu menambah pundi-pundiku.
Lilin Elektronik yang laris manis.....beginilah penampakannya
    HARGA JUAL Rp. 35.000 (belum termasuk ongkos kirim) Spesifikasi : - Tanpa asap, aman digunakan - Tidak panas dan kotor - Diameter kira-kira 7cm, tinggi kira-kira 8,5cm - Menggunakan lampu LED (nyala goyang" seperti lilin sungguhan) - Main power : baterai kecil tipe LR44 3pcs (INCLUDE INSIDE BOX) - Cukup di tiup, di goyang atau tepuk tangan aja utk mati/hidup nya - Warna cahaya lembut terasa romantis Bisa tahan 100 jam (ukuran baterei jam tangan)
Barangkali ada juga teman-teman blogger yang tertarik untuk membelinya. Just contact me.... or email me at sarie_ng@yahoo.comLabels: Curhat |
posted by Liana @ 2:14 PM  |
|
|
|
| Monday, October 12, 2009 |
| I Wish......I have a magic wand |
Tringggggs........ Seandainya aku punya tongkat ajaib.
Sungguh minggu-minggu yang melelahkan. Baik secara fisik maupun mental. huhhhh.... Minggu yang begitu berat.
Hari hari tanpa Asistenku Maryati Mar pulang mudik sejak tanggal 14 September, dan baru akan balik tanggal 15 Oktober (dan itu 3 hari lagi). Mar memang pulang agak lama, karena tanggal 13 Oktober, adeknya akan sunatan. Sejak Mar pulang kampung, pekerjaanku jadi tambah ribet dan menumpuk segunung. Dan sejak itu, mulailah aku jadi "Upik Abu".
Mar adalah salah satu asisten terbaikku sampai saat ini. Aku & hubby sepakat kalo pekerjaannya, ketulusannya dalam mengurus rumah, dan menjaga Nathan memang patut diacungi jempol. Oleh karena itu, aku & hubby sama sekali tidak merasa berat ketika harus mengajinya lebih tinggi dari pembantu2 sebelumnya yang pernah bekerja di rumah kami. Mar, adalah sosok yang tidak pernah mengeluh, dari wajahnya aku bisa melihat, bahwa apa yang dia kerjakan begitu tulus ikhlas. Banyak pekerjaan yang kadang tanpa aku suruhpun langsung dikerjakannya.
Hari hari tanpa Mar, ternyata "sangat sangat" melelahkan secara fisik, apalagi dengan kondisi aku yang baru punya baby lagi. Serasa tiap detik begitu berharga. Pagi-pagi aku harus menyiapkan bekal untuk sang koko. Membangunkannya, membantunya mandi, memberinya segelas susu, mengantarnya ke mobil jemputan. Setelah itu membawa setumpuk baju kotor ke mesin cuci (thanks GOD, mesin ini membantu mencuci hingga kering), aku hanya perlu menjemur, dan itu pun butuh waktu, apalagi harus mencuci 3 kali, karena popok Kenz segunung. Setelah capek dengan popok yang segunung, aku terpaksa memakaikan Kenz diapers siang dan malam, all day with diapers....(Sorry my Kenz, and thanks to diapers).
Pekerjaan lain yang juga tidak aku sukai yaitu menyetrika. Sorry my hubby, selama Mar di kampung terpaksa baju harian kusut dulu ya! Baju yang aku setrika hanya baju bepergian, baju kantor Hubby & baju sekolah Nathan, baju yang lain hanya aku lipat2 saja. Belum lagi harus memasak dan mencuci piring, rasanya tidak pernah habis untuk dicuci. Tolonggggggg!!!!
Mengepel dan menyapu rumah lebih banyak dibantu mama. Terima kasih ma, tanpa bantuanmu rumah ini gak tau akan tampak seperti apa. Mungkin akan tampak seperti rumah yang tidak berpenghuni, lah wong halaman rumah penuh dengan dedaunan kering, lantai rumah berdebu...dan tampak kontor.
Nathan Sejak mar pulang kampung, banyak sekali perubahan di Nathan. Salah satunya, Nathan yang selama ini harus disuapi, sekarang mulai mau makan sendiri. Walaupun demikian banyak juga tingkah lakunya yang harus membuatku mengurut dada. Mainan yang berantakan, tas & baju sekolah yang diletakan sembarangan. Membongkar-bongkar lemari..., akhirnya selalu harus diakhiri dengan "teriakan Tarzannn". Sorry my Tan, mama terpaksa harus membatasi gerakmu, dan kata "Jangan" harus menjadi andalan karena rumah yang seperti kapal pecah membuat mama tambah suteresss...... Kenzie My lil Kenz perkembangannya cukup baik. Walaupun setelah lahir sempat mengalami "kuning", namun sekarang berat badannya terus naik. Terakhir ditimbang 1 minggu lalu, berat Kenz telah mencapai 4,4kg. Sedikit gundah dihati, adalah ketika napas Kenz bunyi grok grok saat mau menyusui, dan kejadian itu setelah gumoh keluar dari hidungnya. Saat itu aku bawa Kenz ke RS Hermina Daan Mogot, aku sangat kuatir karena grok grok dihidungnya tidak juga hilang. Oleh dokter disana, Kenz disarankan untuk diinhalasi. Aku lupa semboyan milis sehat untuk menjadi "Smart Parent". mungkin karena saking lamanya tidak punya baby, dan jarang berkunjung ke milis, aku jadi tambah oon, dan tidak rasional. Setelah Kenz diinhalasi, malah jadi batuk. Duh! hati ini sedih bener!. Akhirnya pikiranku kembali terbuka untuk menghubungi anggota milis sehat, siapa tau dari mereka pikiranku kembali terbuka, dan benar saja. dari keluhan2ku, banyak tanggapan yang datang, dan beginilah jawaban Dr. Purnawati. Dear sari mumpung lagi gak bisa tidur meski badan remuk hiks ... saya coba menanggapi emailmu ya (thanks buat SP yang sudah membantu) Yuk kita "bedah" kasus supaya sama-sama bisa belajar 1. Gumoh setelah minum ASI Biasa kan bayi gumoh .. ada yang sampai umur 3 bulan, ada yang sampai 6 bulan dst Lalu .. kapan cemas? kalau anak gagal tumbuh, kalau gumohnya ada butiran warna tanah (ground color materials ... darah dan makanan/susu yang terkena asam lambung) 2. Setelah gumoh ... sering grok grok Hampir semua bayi baru lahir napasnya grok grok meski tak gumoh sekalipun Jadi bukan lantaran gumohnya Congested baby ... silakan baca di mayo Bodo bodoan saya ... 9 bulan di rahim ... bebas polusi .. begitu lahir .. wah sang bayi disergap oleh berjuta alergen wajar kan kalau lantas hidungnya bereaksi, bumpettt!! 3. Alergi ... ibu dilarang mengkonsumsi beragam makanan Wah ... ya gak usah gitu nanti ibunya gak sehat padahal ibu menyusui kan asupan gizinya harus memenuhi kaidah sehat seimbang 4. Alergi ... bayinya harus diinhalasi untuk mengeluarkan dahak dari hidung Coba waktu kalian kecil .. pernah gak di inhalasi? ingusan gak? pasti meler ya dahak di hidung akan keluar sendiri kok (kan ada gaya gravitasi hehehe) Jangan di inhalasi ... itu namanya "berlebihan" ... overtreatment/ over intervention ... nah gak RUM dong ya! 5. Tidak bisa inhalasi ... hanya diberi mucopect, pengencer dahak Pengencer dahak yang terbaik adalah ASI, fluid!! Waktu kecil .. kalian kalau batuk minum pengencer dahak kah? Nah ... coba kita ganti setting di kampung ... boro2 beli mucopect ... apakah lantas dahak anak2 kampung pada kental? Subhanallah Tuhan sayang orang miskin mereka terproteksi dari overtreatment/overintervention 6. Khawatir .... batuknya kembali berdahak Ketika saluran napas kita teriritasi ... awalnya batuknya memang "kering" lama2 klan banyak produksi mukus (dahak) .... nah justru harus batuk dong yaaaa Ok semoga kita selalu mau belajar untuk anak2 kita maaf jika ada yang tak berkenan semoga esok lebih baik dari hari ini watiTrims dok atas pencerahannya. Puji Tuhan hari ini Kenz jauh lebih baik, grok groknya sudah hilang, batuk masih sedikit-sedikit. Treatment yang aku lakukan hanya melakukan kegiatan rutin: - Pagi hari dari jam 7 sd. 7.30wib Kenz dijemur di bawah sinar mentari. Konon ini sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dalam memerangi virus flu.
- Setiap hari sebelum mandi, Kenz selalu aku pijit. Pijitan bayi ringan yang aku pelajari dari CD salah satu produk bayi ternama, selain meningkatkan hubungan bayi & ibunya ternyata pijatan juga dapat membantu meningkatkan produksi ASI (walaupun tidak secara langsung, tapi Bayi yang sehat sedotannya saat menyusui sangat kuat, hal inilah yang bisa membantu meningkatkan produksi ASI..
- Selalu memberikan ASI dan ASI, sampai saat ini Kenz selalu minum ASI. Walaupun saat kuning, Kenz sempat diberi susu formula (sufor) di RS, tapi sekarang Kenz sudah ASI kembali. Hopefully, aku bisa memberikan ASI sampai Kenz berumur 1 tahun.
AKU Tanggal 10 Oktober kemarin adalah hari ulang tahunku. Usiaku sekarang 32tahun. Sudah tidak muda lagi, tapi berharap selalu awet muda heheheee....... Happy Birthday to Me... Semoga Tuhan selalu memberiku kekuatan, kesabaran untuk selalu menjadi anak, istri, dan ibu yang baik bagi orang tuaku, bagi suamiku, bagi anak-anakku. Semoga Tuhan trus memberikan kasihnya untuk keluargaku. Semoga Tuhan selalu menjaga & melindungi keluargaku, agar keluarga ini selalu berjalan di jalanMU, Tuhan Semoga berkat Tuhan terus berlimpah untuk aku & keluarga yang aku cintai ini. Memang tidak ada kue ulang tahun ataupun acara tiup lilin dihari ulang tahunku ini, tapi aku sudah cukup bersyukur, atas hari yang Dia beri, atas udara yang masih bisa aku hirup, atas kehadiran hubby dan kedua buah hatiku. Sungguh aku juga bersyukur, keadaan mama juga membaik setelah sempat sakit di pagi ulang tahunku ini. Mama sempat mengalami sakit perut yang cukup parah, hampir pingsan, wajahnya memucat, keluar keringat dingin, kaki dan tangannya dingin. Setelah di bawa ke dokter, menurut dokter hal itu termasuk biasa, rahim mama juga tidak bermasalah. Mama memang sedang menstruasi, juga sedang banyak pikiran disaat bersamaan, hal inilah yang menyebabkan perutnya mengalami kontraksi yang luar biasa karena gumpalan darah yang banyak diperutnya. Sungguh kejadian pagi itu cukup mengejutkanku, karena seingatku beberapa tahun yang lalu, mama pernah mengalami hal serupa, dan kali itu sangat serius, karena mama sempat tidak sadarkan diri beberapa saat. Aku panik sekali, apalagi saat itu aku hanya bersama 2 pangeran kecilku yang masih belum bisa berbuat apa-apa. Hari ulang tahunku kali ini memang di warnai kabar yang tidak menyenangkan. Koko mamaku (Khiu thu) dikabarkan menderita tumor/kanker usus, dan harus segera di operasi. Hal inilah yang menyebabkan mamaku banyak pikiran. Tentu saja membuat seluruh keluarga besar sedih. Apalagi papaku juga meninggal dunia karena kanker. Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk Akhiu, karena Tuhan tau yang terbaik untuk umatNya, dan kami hanya bisa berserah. TONGKAT AJAIBAku berharap memiliki tongkat ajaib. Sungguh! seandainya aku memiliki tongkat ajaib Nirmala, banyak yang ingin aku lakukan; - Membuat semua baju bersih & rapi tersetrika.
- Membuat rumah bersih tanpa harus disapu & dipel
- Membuat makanan enak dimeja, dan piring tercuci bersih
- Nathan jadi penurut & Kenz sembuh dari batuknya
- My mom pulih dari sakit perutnya
- Khiu khiu sembuh dari sakit kanker ususnya
- Mobil mewah
- Rumah mewah
- Jalan-jalan keliling dunia.......
- seandainya aku punya tongkat ajaib
Sudah akh, semakin ngelantur saja tulisanku, tapi dalam hati kecil ini memang berharap "Upik Abu" ini bisa berubah jadi "Cinderella" sesaat saja. Capek & Lelahnya jiwa & raga ini.... Labels: Curhat |
posted by Liana @ 1:03 PM  |
|
|
|
| Tuesday, September 22, 2009 |
| Tradisi setelah melahirkan memang RIBETZZZ |
Setelah satu bulan lebih melahirkan Kenz, aku masih harus terbelit tradisi 40 hari yang ribetnya minta ampun. Mungkin ada baeknya juga, tapi sebagian malah terkesan tidak masuk akal.
Coba ditilik satu persatu.
- Setelah melahirkan di larang keramas sebelum 1 bulan...., terbayangkan baunya kayak apa? gak mandi 2 hari aja udah gerah, gatal dan rambut lengket berminyak. Dan aku terpaksa harus tahan tidak keramas selama 1 bulan full. Konon katanya orang yang baru melahirkan tidak boleh masuk angin, makanya tidak heran kalo air buat mandi pun hasil rebusan bawang putih & jahe yang baunya hmmmm......bikin puyeng.
- Tradisi makan ayam arak. Sebenarnya tradisi ini cukup menyenangkan. Tapi kalo udah setiap hari makan dengan menu yang sama dan itu itu terussss, kebayangkan bosennya? Dan konon katanya, ayam arak ini bisa membuat tubuh lebih hangat, membuang angin dari tubuh, membuat darah kotor keluar, dan memperbanyak asi.
- Orang-orang yang datang berkunjung, termasuk orang dirumah, dilarang keras menyantap kerang-kerangan, terutama tiram. Katanya jika hal ini dilanggar, sang ibu bisa sampai meninggal karena "Radak", semacam alergi. Syeremmm kedengarannya. Secara medis kayaknya blum pernah dibahas..., menurutku hal ini agak aneh, dan tidak masuk akal. Tapi mamaku ngotot kalo hal ini pernah benar-benar terjadi. Ya wis, ikutin aja. Di antaranya masih ada beberapa jenis makanan lain, yang juga termasuk dalam list ini, salah satunya kencur.
- Sang ibu dilarang berkunjung ke rumah orang. Menurut cerita orang tua, jika hal ini dilanggar, akan membawa kesialan bagi rumah yang dikunjungi. Dan jika hal itu terjadi, untuk menghilangkan kesialannya, sang pemilik rumah harus memukul kita menggunakan sapu, supaya "kesialannya/apesnya" bisa hilang. Aneh.com kan??? so, selama 1 bulan full, kita dilarang keluar rumah. Hiks! bosennya minta ampunnnn.....
- Ibu juga harus selalu memakai kaos kaki, membaluri seluruh tubuh dengan minyak kayu putih/telon, makan makanan yang hangat, juga minuman yang hangat. Dilarang menonton terlalu lama, termasuk internetan...hehehe.... untuk yang ini aku termasuk buandelll, berkali-kali sang mommy ngomel gara-gara aku kepergok lagi ngeblog. Mungkin ada benernya juga kalo yang satu ini, konon katanya mata kita jadi cepat rusak jika dalam 1 bulan ini hal tersebut dilanggar.
- Beberapa makanan lain yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi sang ibu adalah, terong & talas. Alasannya tidak jelas.
- Dilarang menjahit
- Dilarang mengunting kuku
- Dilarang mengunting rambut
- Untuk sang baby, ada juga yang ribet, terutama musti pake bedong...kesian ngeliat baby yang dibungkus bedong, kaki dan tangannya jadi tidak leluasa bergerak. Kata mama, biar kaki babynya gak bengkok dsbnya. Gimana dengan anak-anak yang lahir di luar sono? apa semua pake bedong, tentu tidak toh!
Happy One Month My Lil Kenzie Kenz digunduli Ketan kuning, kue wajib satu bulanSetelah berumur satu bulan Kenz dicukur rambutnya. Karena aku & hubby takut kulit kepala Kenz tergores, akhirnya my sista yang nyukurin. Itupun hanya digunting setipis mungkin. Adekku ini memang jagoan, walaupun belum menikah, dia termasuk paling cekatan, berani dan sangat mahir memegang bayi. Makanya aku pun agak lega kalo Kenz di pegang my lil sis ini.  My lil sister, si tukang cukur
Karena satu bulanan Kenz bertepatan dengan bulan puasa, menu pada acara 1 bulanannya adalah Ketupat.
Pengen banget bisa jalan-jalan saat ini, apalagi setelah full satu bulan dirumah saja. Tapi tetep saja my mom ngotot, aku masih gak boleh kemana-mana....hiks! Terpaksa hubby & my Tan ke Jungle tanpa diriku. Dirumah aku & my Kenz bobo seharian....Labels: Curhat |
posted by Liana @ 4:34 PM  |
|
|
|
| Monday, September 07, 2009 |
| Whoammmmm......ngantuknya!!! |
Punya baby diusia tuwir, ternyata gak mudah juga, kayaknya badan mau rontok, begadangpun udah gak sekuat dulu. Mungkin karena udah 5 tahun gak gendong bayi, semuanya jadi seperti baru lagi. Di usia yang hampir 32thn ini, kok rasanya badan loyo bener. Hiks! Karena Ken ken asi eksklusif, jadinya selalu enen. Lucunya! kalo lagi enen, begitu nemplok langsung pules. Kalo ditaro dibox, atau taro diranjang lagi, langsung nangis..., begitu seterusnya, sampe kadang aku capek sendiri. Sekali-kali terpaksa aku pompa, karena Ken keburu bobo. Dan biasanya kalo malem Ken selalu terjaga, matanya melek terus, mulutnya bergumam. Kalo pagi ampe siang, Ken bobo pules. Ken masih ngikutin jadwal diperut, malem begadang. Masih belum bisa bedain siang dan malam. Alhasil, setiap hari aku harus ikutin jadwal Ken. Ngantuk banget siangnya,apalagi kalo koko pulang sekolah, musti full attention, soale sang koko ternyata mulai jealous...hmmm! bener2 sulit jadi mom yg baek ternyata. Musti punya tenaga ektra,cinta and perhatian jg kudu ekstra. Kalo ken bobo aku berusaha semaksimal mungkin nemenin koko. Dari bikin PR, maen, sekali2 suapin maem, nemenin bobo. Kesimpulannya, jadwalku sekarang padatttt sepadat2nya. Kalah kali jadwal presiden hahahaaaa..... So, karena itu maaf ya temen-temen blogger, aku masih blum bisa blogwalking. Untuk Ochie mom, awardnya dihold dulu ya, ntar kalo dah teratasi semua baru deh aku publish. 2 Pangeranku   Labels: Curhat |
posted by Liana @ 11:13 AM  |
|
|
|
| Wednesday, June 10, 2009 |
| HARI TRAUMATIS & NAAS BUATKU |
Sebenarnya ketika membuat posting ini, aku terpaksa harus flashback ke peristiwa mengerikan pada 2 Juni 2009 lalu. Kira kira seminggu yang lalu tepatnya.
Pagi itu aku & suami berangkat ke kantor seperti biasanya. Jam 5.15wib udah jalan dari rumah, selain untuk menghindari macet, suamiku jam kantornya memang agak pagi, jam 7.30wib teng, minimal hubby sudah harus dikantor, telat 1 detik saja absensinya merah dan langsung mempengaruhi performance appraisal tahunannya, yang tentu saja akan berpengaruh pada kenaikan gaji. Sedangkan aku, jam kantor jam 8 pagi, molor satu jam pun gak masalah, bossku termasuk yang moderat, asalkan pekerjaan kelar ontime, dia tidak memperhatikan soal absensi. Selasa 2 Juni 2009, aku sampai kantor kira-kira 6.15wib. Dan karena beberapa waktu lalu OB-nya sempet punya "case" sehingga terpaksa kunci kantor di ambil balik, jadilah pagi-pagi berikutnya menjadi kerjaan suamiku untuk membuka pintu kantor. Pagi itu seperti biasa aku masih terkantuk-kantuk. Setelah membawa laptopku ke lantai 2, suami langsung pamit melanjutkan perjalanan menuju kantornya. Beberapa menit aku masih duduk di lobby sendirian, sambil menunggu OB yang masih juga belum menampakkan batang hidungnya. Biasanya selang 5 menit setelah suamiku pergi, sang OB pasti muncul. Dan karena saat itu aku kebelet pipis, aku buru-buru naek ke lantai 2, pintu tidak aku kunci. "paling sebentar lagi si Iman sudah datang". pikirku. Setelah dari kamar mandi, aku langsung menuju ruang kerjaku. Laptop aku keluarkan, colok sana sini, memasukkan user id & password, laptop pun mulai loading...sementara itu aku mengeluarkan pernak pernik untuk merapikan diri. Tiba tiba terdengar suara sepatu, "Iman sudah datang'. Belum sempat berpikir lagi, tiba-tiba di pintu muncul sosok laki laki asing dengan helm masih di kepala sambil memegang parang... "Oh my Jesus, ada apa ini!" jantungku berdetak tidak karuan, laki laki itu mengacung-ngacungkan parangnya "jangan bergerak, jangan berteriak!!! kalo teriak gue bacok!". begitu katanya tanpa ekspresi. "keluar'kan uangnya!"katanya lagi. Aku yang masih shock menuruti semua perintahnya. "Beresi komputernya!" perintahnya lagi. Aku kembali menuruti perintahnya. Karena perutku yang sudah membesar, membuatku agak kepayahan mengapai kabel di belakang meja. "Tuhan tolong aku".rintihku dalam hati. Ketika laki laki itu mengambil dompetku, secara reflek aku berkata "mas, tolong ktp dan kartu-kartuku jangan diambil." Laki-laki itu menyerahkan kembali dompetku setelah mengambil isinya. Hatiku cukup perih ketika dia mengambil camera digitalku. Camera itu masih berisi foto-foto terbaru hasil pentas seni Nathan hari sabtu lalu, dan aku belum sempat memindahkan filenya kemanapun. Laptop, kamera, hp & uang dimasukkan ke dalam tas ransel. Setelah selesai merampas semua barang, dia mengunci pintu dari luar. Selama kejadian tadi, walaupun shock dah takut aku masih cukup kuat, tidak menangis, ataupun gemeteran. Tapi ketika laki-laki itu keluar, aku langsung lemes, tanganku gemeteran, dan aku mulai menangis sejadi-jadinya. Sambil menangis aku meraih telepon di depanku, dengan sangat hati-hati aku mencoba memencet tombolnya, mataku masih menatap ke arah pintu. Aku masih takut kalo tiba-tiba laki laki itu kembali, dan memergokiku sedang menelpon, dan bagaimana jika dia mengayuhkan parangnya yang sudah karatan itu...sukurlah! dia tidak kembali. Mendengar suara suamiku di telepon, tangisku semakin pecah...sambil terbata-bata aku menjelaskan kejadian mengerikan yang baru saja menimpaku. Suara suamiku terdengar panik, aku memintanya untuk segera kembali ke kantorku. Kemudian aku menelpon bosku, menceritakan kejadian mengerikan itu. Belum selesai aku bicara di telepon, terdengar bunyi piring di dapur. Dan kali ini aku yakin kalo Iman sudah datang. Sambil meneriakan namanya, aku minta dia membukakan pintu. Aku buru buru ingin turun ke bawah, aku tidak ingin berada diruangan itu lagi. Aku mulai ketakutan, dan sepertinya dedek diperutpun merasakan kepanikanku, gerakannya sangat aktif. Aku jadi mual, lemes dan ingin muntah. Sambil mengelus perutku, aku terus berdoa "beri kekuatan untuk aku dan bayiku ya Tuhan". Setelah melihat dan memeluk suamiku, perasaanku baru benar-benar tenang. Teman-teman, peristiwa ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Aku jadi lebih peduli untuk selalu mengunci pintu sejak saat itu. Melewati saat paling traumatis dalam hidupku, sempat susah tidur semalaman, tapi puji Tuhan aku dikuatkan luar biasa. Thanks God. Sebenarnya sebelum peristiwa itu, malamnya aku telah mendapatkan tanda-tanda tidak baik. Saat ke kamar mandi, tiba-tiba cecak jatuh tepat di kepalaku. Dan setelah doa malam, di tidurku, aku bermimpi berada di tengah sungai ular, yang luar biasa banyaknya. Pohon, ranting semua berubah menjadi ular... Dan ketika bangun pagi itu pun, perasaanku sangat tidak menentu. Dalam hatiku aku terus bertanya tanya, apa arti mimpi & cecak yang jatuh semalam. Ternyata....., semua itu adalah tanda yang telah dikirim Tuhan untuk membuatku lebih waspada. Tapi aku tidak menyadarinya. Terlepas dari semua itu, aku sangat bersyukur, Tuhan Yesus masih melindungiku & bayi didalam kandunganku. Sejak peristiwa mengerikan itu, aku mulai pulih. Ketakutanku perlahan-lahan mulai hilang, perlahan & pasti. Terima kasih Tuhan. I love YOU. Labels: Curhat |
posted by Liana @ 7:14 AM  |
|
|
|
| Monday, May 04, 2009 |
| KESELLLLLLLLLL |
Bingung posting kali ini mo dikasih judul apa, tapi keknya judul diatas cocok dengan suasana hati mama saat ini. Kesellll.....kesellll dan kesellll........
Yang bikin mama kesel kali ini adalah "mbak Jumi", asisten (PRT) mama nih!, omongannya gak bisa dipercaya, bilangnya mo balik tapi gak balik. Malah menghilang bak ditelan bumi. Di sms, gak dibales. Ditelpon, bunyinya tut tut tuttttttttttttttt.......
Sebenernya mbak Jumi baru 3 bulan kerja dirumah, tapi mama udah cukup sreg dengan hasil kerjanya. Orangnya juga termasuk yang dalam kategori cekatan, rajin beribadah dan cukup cerdas. Cukuplah sebagai modal PRT yang baik. Selain itu selama ini dia cukup santun.
Dirumah tugasnya cukup simple, selain bantu jaga Nathan, mbak Jumi juga harus melakukan tugas rumah tangga lainnya seperti nyapu, ngepel lantai, nyetrika. Sedangkan untuk mencuci baju, semua dilakukan mesin, cukup pencet satu tombol....sampai tuh baju siap untuk dijemur. Dan biasanya jam 9an pagi, semua kerjaan udah kelar dilakukan. Selebihnya nonton TV & tidur (setelah Nathan tidur).
Sejak 3 bulan kerja, ini adalah ijin yang ketiga yang dimintanya. Mama memang gak terlalu membatasi berapa lama dia bisa ijin. Dua kali ijin sebelumnya, menunjukkan dia memang niat balik, makanya gak heran ketika dia minta ijin untuk kali ini, mama juga gak menaruh curiga.
Sebenarnya, kalo pun dia memang gak mau kerja lagi. Mama gak masalah! itu kan hak dia masih mau kerja atau nggak? yang bikin mama kesel tuh! kenapa sih gak jujur aja! mama gak mungkin akan nahan-nahan orang yang memang udah gak niat kerja. Beberapa kali sebelum pulang, mama udah nanya tuk make sure: Mama : "Jum, kamu balik lagi gak?" Jumi : "Balik bu, InsyaAllah". Mama : "Kalau kamu gak mau balik lagi, kamu harus bilang dulu sama ibu ya!, biar ibu gak kelabakan cari penggantimu." Jumi : "Iya bu, saya balik kok."
Dan ternyata, mbak Jumi, yang selama ini mama anggap akan berbeda dengan PRT sebelumnya. SAMA SAJA.
Dalam hati mama sering bertanya-tanya, apa mama masih kurang baik sebagai majikan. Soal telepon, belum pernah mama komplain, walaupun sambil kerja dia nelpon or sms (maklum aja, tentu dia juga pengen bisa berkomunikasi dengan orang-orang dekatnya). Soal makanan, mama tidak pernah membatasi, apa yang tidak boleh dan boleh dia makan. Pokoknya apapun yang di makan keluarga kita, dia bisa makan termasuk semua makanan yang ada dikulkas. Kita jalan-jalan kemanapun dia selalu diajak. Mama ingin dia merasa betah. Bukan PRT yang hanya bisa disuruh-suruh. Kadang malah dia sering share ke mama tentang masalah ibunya yang maksa dia tuk dijodohin. Entah cerita itu benar tidaknya?
Terlepas dari semua itu, mama juga merasa telah memberikan gaji yang cukup untuknya, mengingat semua kebutuhan sehari-harinya telah mama supply, sebagai bonus tambahannya.
Mungkin karena terlalu baik kali ya?
Setelah nulis, mama jadi plong nih! Kali ini postingnya curhat lagi ya! next time, mama pengen ikutan programnya Bunda Azka, ntar ya Bun!Labels: Curhat |
posted by Liana @ 6:52 AM  |
|
|
|
| Wednesday, April 29, 2009 |
| What a lazy day!!! |
Waduhhh!!! hari ini mama malesnya pol. Bawaannya ngantuk mulu...., pengennya tidur dan tidur. Kerjaan dikit...ruangan sepi..., terpaksa deh cari-cari kerjaan. huehehehee...... Setelah dicari-cari, tetep aja gak ada kerjaan!. Ya terpaksa deh ngoprek-ngoprek poto, bikin scrapbook aja deh! hihihiiii.....
Pssstttt!!! kalo bikin scrapbook keknya bukan terpaksa ya?, lah wong mama jadi semangat gitu kok, apalagi kalo liat theme-theme yang baru, keknya jadi keren deh poto-poto Nathan kalo diutak atik dikit. Dan simsalabimmm...... inilah jadinya.....
 Udah lumayan lama mama gak jepret-jepret, selain karena memory camera yang rusak, papa masih blum transfer juga poto ke kompi. Mualesss banget! huh! Dah gitu kenapa sih, Vis*a gak kek XP, kalo colok usbnya langsung deh searching auto, lah ini musti download software drivernya segala. Lama-lama jadi males deh.
CURHAT ABOUT INET Beberapa hari ini inetnya lemotttt banget, pernah tuh mama bilang ke temen, keknya Spe*d* gak cocok deh, lebih cocok disebut Sipudy hueheheheee............. Bagus deh kalo ada yang denger, biar sekalian bisa dibenahi, promo-nya oke bener, giliran dah pasang, mati nyala, mati nyalaaa...lemottt lagi. Sering bikin kesel ketimbang senengnya. Yang paling parah, kalo mama lagi transaksi e-banking, owalah!!! jadi ribet gak ketulungan...kirain token-nya error, ternyata koneksinya putussss.....Hiks! pengen nangis, pengen treakkk!!! paling serem kalo release transaksi....., kalo udah gitu mama musti telp call center segala, yang orang-orangnya lebih sering gak ditempat, sibuk, lunch, etcccc.... Pokoknya kalo dah satu bermasalah, keknya semua jadi berantakan....
CURHAT ABOUT HUBBY Mama lagi protes nih ama papa, masa demi shimano mau aja keluarin duit jutaan, sekali-kali donk beliin mama "diamond ring" as a suprise! ini suprisenya malah pancingggggggg!!!! arggghhhh papa tuh ya bener-benerrrr...
Sejak papa punya hobby mancing, mama sering kesel. Kalo ada hari libur, Papa ama kung kung kompak ngejadwalin mancing, yang ada mama, nathan ama pho pho cengok (bengong) dirumah. Iya sih, mama emang lagi ndut, tapi masa iya ditinggal mulu. Hiks! Sekarang mama males protes ama papa, walaupun kadang dongkol juga hehehe! tapi demi hobbynya itu mama mungkin harus sedikit mengalah. Tapi kalo untuk Nathan, mama keukeh papa musti luangin waktu temenin maen. Itu udah peraturan! kalo gak kesian dong Nathan mama. Dan dengerlah komentar popo yang belain papa....
Popo: "Biarin aja hobbynya mancing ikan, kan lebih baik daripada mancing cewek...".
huaaaa...., jadi gede kepala tuh si Papa, ada yang bela. "Iya hun, hobbyku ini kan gak aneh-aneh, kalo dapet ikannya, kan bisa buat bikin empek-empek". rayu papa.
Sebenernya mama protes tuh alesannya cukup banyak, coba liat listnya!
- Mancing tuh muahallll, modalnya geude banget, dari sewa kapal, beli peralatan pancing dsbnya... sayang duitnya! Ikan kan bisa beli dipasar, kalo mo empek-empek 100ribu bisa ngajak makan orang sekomplek...*pelit.com* ya! hihihi....
- Waktu libur jadi ke-isi buat mancing, kecuali mama pake acara ngambek...cemberut all day. Tapi capek toh musti begitu terus. Sometime, mama pengen juga kung kung kasih waktu buat Mama & Nathan, biar sekali-kali liburannya just our little family. Ini bener-bener keinginan mama dari lubuk hati terdalam, secara selama ini dimanapun dan kapanpun ada libur, kung kung selalu telpon papa, dan selalu pengen ikut kita. Bukannya mama gak rela, tapi mama kok blum pernah ngerasain liburan bertiga. Curhatnya jadi laen nih! sekalian deh biar plong hati mama. Sebenernya mama nih udah merasa cukup pengertian, ngertiin juga kalo papa tuh selalu jadi andalan kung kung, selain karena papa emang anak kesayangan kung kung. Contoh nih: ke puncak & ke anyer, book kamar hotel satu, ditempati ber5, alasan Popo n kung kung, ngapain sewa satu satu, lah wong satu kamar bednya ada yg banyak. Boro-boro mama bisa mesra-mesraan. Yang ada bobo-nya malah tumplek-tumplekan kek jemur ikan asin. *agak hiperbola sih*! Kesimpulannya; mama memang musti lebih sabar lagiiiii....dan lagiiiii....
- Kuatir kalo papa ditengah laut. Kondisi cuaca yang serba tidak menentu ini sering bikin mama kuatir. Siang-siang bolong aja tiba-tiba langsung gelap, angin kencang....hujan lebat. Gimana kalo lagi di tengah laut ada badaiii....Aih! mama ngeri! *Tanda mama tuh sayang bgt ama papa'kan!*
- Sepi kalo dirumah gak ada papa. di rumah mama bareng Nathan maen PS doang, harvest moonnya lama-lama bikin bosen juga:P. Kalo ada papa lebih seru, mama bisa liat Nathan & Papa maen PS ambil senyum-senyum dan rebahan meluk guling, udah cukup bikin hati seneng. Apalagi bisa maem bakso tennis pak haji Nasir yg segede-gede gaban tuh, ama kelapa ijo. What a beautiful day!
ABOUT TODAY Asisten mama, mbak Jumi cuti dari kemaren, terpaksa mama hire pembantu harian tuk gantiin kerjaan mbak Jumi untuk sementara ini, pho-pho (nenek Nathan) udah dirumah sejak hari minggu. Sukurlah Pho pho udah sehatan, jadi bisalah dimintain tolong untuk jaga Nathan sebentar. Tadi pagi, perut mama bagian kiri bawah rada senut-senut, apa ini yang disebut Braxton hicks contraction. Duh! mama tuh emang kek orang baru hamil aja, dah experience yg ke-3 tapi masih aja gak ngerti. Mungkin bener kali ya, tiap kali hamil tuh beda-beda rasanya. Dan kali ini, yang paling aneh, dan sedikit menganggu adalah gatal-gatal di tangan, kaki, paha mama, mirip banget gigitan nyamuk, kalo digaruk nyebarnya kemana-mana, rasanya! ampun deh!!! guatellll banget. Pengen dicakar-cakar, tapi papa marah-marah, "Tahan dong! kalo membekas gimana?" ...ngomong memang gampang, coba deh rasain sendiri! Lucunya! tuh gatel mulai muncul kalo pagi dan malam hari, siang hari gak ada keluhan sama sekali, gak ada bekas pula! setelah searching sana sini, katanya itu salah satu bawaan bayi. Seorang teman di Facebook nyaranin mama tuk garuk pake sisir bayi yang halus. Trus Te'Rosy, nyaranin mama olesin pake minyak tawon. Aih! mama gak suka aroma minyak tawon, bikin pusing dan eneq, keknya mama mending pake minyak angin yang pedes hehehe....btw, thanks ya buat Te' Rosy juga buat Budi tutu. Wah, saking semangat curhat, hari dah sore nih! berbenah dulu ya! Pengen cepet-cepet pulang. pingin meluk & cium my lil angelo. Miss you so much Koko!
Labels: Curhat |
posted by Liana @ 1:29 PM  |
|
|
|
| Tuesday, February 17, 2009 |
| Sepi ya??? |
Setelah sekian lama gak nengok ke sini, kok jadi sepi ya? Pada kemana nih? lagi pada demam facebook ya?
karena dapet kerjaan untuk ngutak ngatik web gratisan, mo belajar bikin template nih? kira-kira ada yang mo ngajarin gak ya?Labels: Curhat |
posted by Liana @ 7:16 AM  |
|
|
|
| Tuesday, June 12, 2007 |
| I'm back |
Duhh kangen banget ama duniaku yang satu ini. setelah 10 bulan tidak berkutat disini, kangennyaaaa:)...terutama ama temen-temen bloggerku tentunya.
Ros, akhirnya bisa neh sign up di gmailnya, kemaren dah berkali-kali nyoba error aja. Pas di bilang all done berasa dapet lotere aja hihihi....
Tapi, hari ini masih blum bisa cerita-cerita neh, hanya mo bilang kalo me & family semua dalam keadaan baek. Thanks tuk semua support dan doa-doanya.
Hug & kisses, SarieLabels: Curhat |
posted by Liana @ 7:51 PM  |
|
|
|
| Thursday, September 07, 2006 |
| Resign |
Akhirnya plong juga hati & kepala, apalagi ketika surat pengunduran diri selesai kubuat, dan diserahkan. Langkah awal yang membuat hatiku merasa lega & bahagia tentunya. Dan sekarang, aku masih harus berkutat disini sampai akhir bulan nanti. Maksud hati ingin keluar saat ini juga, tapi niat itu terpaksa diurung sampai ada pengantiku. Kasian, memikirkan orang yang harus berada diposisiku nantinya:( Banyak sekali rencana-rencana baru yang ada dikepalaku, aku jadi tambah semangat. FTM juga gak ada salah, tapi aku ingin jadi FTM yang juga aktif. Selama masih bekerja kantoran, sangat mustahil bagiku untuk ikut kegiatan kerohanian diwilayahku. Nah! sekaranglah saatnya. Oya, selamat untuk Bunda Gana, juga Indah atas kelahiran putri-putrinya. Semoga anak-anak kalian bisa menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa dan bangsa, berbakti pada orang tua, jadi berkat bagi banyak orang, dan tentunya selalu takut pada Tuhan. Untuk membuat postingan ini lebih berwarna, aku sertakan beberapa foto niy.     Labels: Curhat |
posted by Liana @ 7:01 AM  |
|
|
|
| Tuesday, August 22, 2006 |
| Jujur Pada Hati |
Malem mulai beranjak menyambut pagi...aku masih saja berkutat didepan komputer. Dari pagi aku coba kerjakan kerjaan kantor yang segunung, aku tidak menyangka cuti kali ini pun sama persis seperti ketika melahirkan Nathan, tetap saja bekerja dan bekerja...Tadinya tidak kepikiran untuk buka blog, tapi kok kayaknya aku butuh tempat untuk mencurahkan segenap pikiran ini, tidak tega menganggu suamiku dengan pikiran-pikiranku yang semakin semerawut. Aku merasa hari-hariku semakin stress saja. Semuanya tidak jauh dari kerjaan... Jujur saja, jika mengikuti kata hati sudah 2 tahun lalu aku pergi meninggalkan kantorku yang sekarang lebih cocok disebut "neraka". Aku tidak menyangka ternyata karirku harus berakhir seperti ini, entah pantas atau tidak? tapi disini aku benar-benar telah berubah menjadi buruk... Dulu, aku adalah seorang yang sangat loyal terhadap perusahaan, lembur sampai pagipun tidak masalah bagiku, bukan karena saat itu aku masih single, tapi rasa nyaman dan puas ketika dikantor membuat semuanya menjadi begitu indah, lingkungan kerja yang baik, penghargaan terhadap karyawan, boss yang penuh pengertian , dengan gaji yang pas-pasan pun tidak masalah, karena saat itu aku masih "pudel lucu yang penurut". Apalagi saat itu aku masih fresh graduate yang sangat beruntung karena bisa langsung bekerja tanpa harus berlama-lama menganggur. Cukup 2 minggu saja! Susahnya mencari kerja di kota metropolitan ini tidak berlaku bagiku, saat itu tentunya. Bahkan ketika perusahaan tempatku bekerja dinyatakan bangkrut dan akan tutup, pekerjaan baru pun telah menanti, dengan iming-iming yang wow! Tapi siapa nyana ternyata disinilah semuanya berawal... Aku yang dulunya staff accounting, dipercayakan menjadi head accounting sebuah perusahaan asing yang baru mulai mengepakkan sayapnya di bumi Indonesia. Berbicara tentang perusahaan asing, yang terbayang tentu saja dolar-dolarnya? Mata duitan banget gw! Saat itu aku berpikir ingin menjadi seorang wanita karir yang sukses dengan bayaran yang oke tentunya. Setengah tahun bekerja, semuanya masih fine-fine saja, tidak banyak kendala. Semua pekerjaan bisa teratasi dengan baik. Memasuki bulan selanjutnya, mulai keliatan ruwetnya. Kalo diperusahaan yang lama aku tidak perlu memikirkan cara licik menyembunyikan profit, disini aku diajarkan untuk berlaku curang, penjualan 1juta, yang dilaporkan hanya 500rb, belum lagi ketika import product dari luar, demikian seterusnya. Dari sekian banyak perusahaan yang telah merugikan Negara ini, di dalamnya tentu termasuk perusahaan tempatku bekerja. Di bangku kuliah, tidak pernah diajarkan untuk berlaku curang, mengelapkan pajak dan sebagainya. Pekerjaan ini sungguh asing bagiku, tapi ternyata dilapangan, hampir semua perusahaan melakukan hal yang sama. Saat itu aku bertanya-tanya dalam hati? Dosakah? Apakah Tuhan akan marah, jika aku ikut terlibat di dalamnya, membantu membuat laporan yang fiktif, untuk kebaikan perusahaan katanya??? Tapi saat itu aku mengabaikan, bahkan aku menganggap hal semacam itu halal, toh semua orang melakukannya. Mungkin lebih tepatnya menutup mata! "Ce, kamu kok sekarang berubah? Dulu kamu gak emosian? Gak galak? Gak stress? Kenapa sekarang jadi berubah??? Aku mulai bertanya-tanya, apakah memang demikian? Seberapa besar aku telah berubah? Apa yang membuatku begitu banyak berubah. Dulu ketika semua orang memuji untuk pekerjaanku, bangganya luar biasa. Tapi ketika pekerjaan itu mulai merasuk hampir ke setiap detik di kehidupan pribadiku rasanya aku ingin menghilang ditelan bumi saja. Tidak sedetikpun aku dibiarkan istirahat, bahkan ketika cutipun, aku masih harus meladeni telepon-telepon yang masuk, walau hanya sekedar untuk menjawab "bole atau tidak , Sar?" seolah-olah aku penasehat penting yang tidak bole absent dari kerjaannya walaupun sekejap. Jahitan ceasar dan rasa pedihnya masih berdenyut, ketika aku harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang sama sekali tidak bisa ditunda. Rasa benci semakin membuncah ketika pemegang saham tidak menyetujui bossku untuk menghire temporary staff selama aku cuti. Alasan menekan cost, sungguh tidak masuk akal. Sungguh berat rasanya, apalagi aku masih harus menata hati ketika baru kehilangan William, tapi entah mereka punya hati atau tidak, aku diminta secepatnya kembali ke kantor setelah pulih. Tidak mau menuruti begitu saja, aku mencoba meminta bantuan beberapa temanku untuk mengecek ke depnaker mengenai peraturan cuti melahirkan. Sukurnya, staff depnaker mengatakan aku layak mendapat cuti penuh 3 bulan (1,5 bulan sebelum melahirkan & 1,5 bulan setelah melahirkan) dalam kondisi apapun, kecuali keguguran. Akhirnya mereka setuju memberikan cuti 3 bulan, karena hal seperti itu juga ternyata ada dalam UU perusahaan itu sendiri. Senang! tentu saja, aku jadi bisa lebih lama bersama Nathan dirumah, bisa menemaninya bermain, menyuapi bahkan mengajarinya berkata-kata dengan baik. Walaupun aku masih tidak bisa menjauhi kertas & computer, tapi minimal aku bisa berdekatan dengan Angeloku. Beberapa bulan ini justru menyadarkanku akan banyak hal. Perusahaan itu ternyata telah membuatku menjadi orang yang tidak bisa mengendalikan diri, aku merasa dibodohi, bukan hanya dari apa yang telah aku kerjakan, tapi juga dari apa yang telah aku dapatkan. Aku bahkan sangat naïf tentang berapa seharusnya aku dibayar jika harus mengerjakan pekerjaan 4 orang? Alangkah bodohnya aku selama ini? Mati-matian aku bekerja untuk perusahaan yang bahkan tidak menghargai karyawannya. Aku hanya memikirkan bagaimana caranya membayar bill-bill yang selalu datang tiap bulan. Ketika shareholder ingin menghapus medical dari daftar biaya, aku berusaha berjuang demi teman-teman yang laen. Jujur, aku bahkan tidak pernah mengclaim. Bahkan ketika mereka marah-marah untuk kesalahan yang tidak pernah aku lakukan, aku berusaha menahan diri. Bahkan ketika mereka menuduhku menghilangkan $200,000 yang akhirnya ketahuan kalo itu ternyata kesalahan pencatatan pada staffnya, aku masih tetap menahan diri. Ketika assistant ku minta resign karena tidak tahan dengan tekanan, tanpa ada penggantinya. Aku masih tidak pernah berkeinginan untuk mengertak bossku jika gaji tidak naek, akan keluar. Tapi ternyata sifat penurut yang harus menentang hati nurani itu berbahaya. Aku bahkan telah merubah diriku sendiri. Rasa kesal menjadi menumpuk, dan pihak-pihak lainlah yang menjadi luapan amarahku. Mengerikan! Aku bahkan mulai takut pada diriku sendiri! Aku harus kembali pada konselor sejatiku, Sang juru selamat yang memberi damai sejahtera. Tadinya aku pikir jika perusahaan mau memberikan bayaran yang lebih tinggi, aku akan bersemangat lagi, tapi ternyata tidak!!! Justru damai sejahtera itu tetap bukan milikku. Walaupun aku merasa Tuhan dekat, ternyata Dia begitu jauh... Berhari-hari aku berdoa, semoga Tuhan kembalikan diriku yang dulu, seorang Sari yang sabar, seorang Sari yang selalu bersyukur. Aku menangis sesugukan sendirian dalam malam yang sepi, berharap Tuhan membantuku keluar dari masalah ini. Aku harus menarik diriku sendiri dulu. Aku ingin berjalan bersama Dia dalam damai sejahtera. Aku memang butuh uang & pekerjaan, tapi bukan dari ladang yang tidak diberkati Tuhan. Aku ingin bersyukur untuk semua yang aku miliki, untuk cinta suamiku juga cinta anakku Nathan. Terutama karena cinta Tuhan untuk mengingatkanku akan arti rasa "syukur". Leganya telah bercerita disini, terima kasih telah membaca, akhirnya tekadku untuk keluar dari perusahaan itu telah bulat, keputusan ini juga disetujui suami. Mungkin aku lebih cocok as a MOM. Kalo pun nanti aku memilih bekerja, aku pasti memilih ladang yang baik, dimana aku bisa bertumbuh, tanpa harus menghianati Negara sendiri, tanpa harus menjadi penjahat dinegeri sendiri, tanpa harus menjadi budak ataupun pecundang. Akhirnya aku sadar "semua tiada berguna tanpa adanya damai sejahtera" . dan jujurlah pada diri sendiri. Jangan pernah menahan diri untuk apa yang ditolak hatimu, karena ternyata nurani selalu benar. Biar gak bete baca-bacanya, aku selipin beberapa poto sang Jagoan:) maklum, dah mo beralih profesi jadi Photografer niy!    Labels: Curhat |
posted by Liana @ 10:59 PM  |
|
|
|
| Friday, August 04, 2006 |
| Curahan hatiku |
Terima kasih untuk semua ucapan yang datang, juga untuk doa & sapaannya. Kami sekeluarga sangat terharu atas perhatian dan cinta kasih yang teman-teman tunjukkan. Sekali lagi terima kasih.
Curahan hati Sudah 2 bulan lebih kepergian William-ku, tapi sampai hari ini kadang aku masih suka bermimpi, perut masih buncit atau bahkan mimpi sedang memeluknya didadaku. Ditanya rela tidaknya, jelas aku telah melepaskan kepergiannya dengan hati yang lapang, tidak ada lagi beban. Tapi entah mengapa, setiap kali melihat ibu-ibu hamil rasa iri kembali menyergapku, bahkan ketika aku harus mengunjungi sodara-sodara yang baru melahirkan, seringkali aku membayangkan mengendong William dipelukanku. Akh...semakin membuatku merasa begitu sedih.
Entah sampai kapan, batinku akan siap untuk hamil kembali. Yang jelas aku tidak ingin berlarut-larut dengan kesedihanku, memikirkan William bersama Bapa di Surga membuat hatiku kembali lega. Tapi untuk membenahi hatiku dari rasa trauma entah harus menunggu berapa lama lagi. Bagiku kehamilan adalah masa penuh kebahagiaan, pengharapan menanti kelahiran buah hati yang lucu dan sehat. Buat teman-teman blog yang saat ini sedang menantikan kelahiran sang buah hati, selamat ya! jaga anugerah Tuhan kalian dengan sebaik-baiknya, semoga semuanya lancar sampai lahiran nanti. Angeloku Selama 2 bulan dirumah, aku semakin dekat dengan Nathan, buah hatiku yang satu ini sungguh membuat hatiku warna warni, ada kesal ada cinta kadang juga gemas. Semakin pintar, mulai tidak bisa diatur, satu-satunya yang membuatku kewalahan adalah saat menyuapinya makan, butuh waktu 3 jam. Ternyata Scott emulsion gak berpengaruh banyak dengan nafsu makannya. Beberapa teman menganjurkanku untuk mencoba Curcuma. Seminggu kemarin adalah bener-bener waktuku sebagai upik abu, pembantu pulkam karena ibunya sakit parah. Mesin cuci rusak, Nathan yang susah makan, ditambah rumah yang acak-acakan, membuat aku semakin menyadari betapa beratnya menjadi full mom. Pagi-pagi dengan sekeranjang baju, membuat alergi ditanganku kumat bentol-bentol dimana-mana. Ternyata alergi sabun yang pernah aku alami blum juga hilang. Saat menyuapi Nathan, adalah saat yang harusnya penuh dengan kesabaran. Tidak jarang makanan yang aku suapi hanya dilepeh dilantai, menu yang variatif pun tidak ada pengaruhnya. Harus ngepel lagi dunk! tapi entah kenapa saat-saat seperti itu kadang sangat aku nikmati, mungkin karena sedikitnya waktuku untuk mengurus, mengajak Nathan bermain. Saat bekerja, aku hanya punya sabtu dan minggu untuk Angeloku. Yang terbaik yang bisa aku lakukan sekarang adalah memberikan waktu cutiku ini hanya untuknya. Nathan adalah pengobat hati yang luka. I love you son. Labels: Curhat |
posted by Liana @ 3:45 PM  |
|
|
|
| Tuesday, May 09, 2006 |
| Hati yang bersyukur |
Big Thanks untuk Wawan, yang rela membagi leotnya untuk dipajang:). Walaupun belum pernah liat Rose warna ijo, yang ternyata cantik juga:). Bravo buat Wawan. Sekali lagi terima kasih ya Wan, juga untuk kesabaran-kesabaranmu membantuku meletakkan pernak perniknya:) yang agak-agak ribete....
Hati yang bersyukur
Hari minggu tadi, ponakanku "Livia Aurelia Naftalie" merayakan ulang tahunnya yang pertama di Panti Asuhan "Kasih Bunda Lestari" daerah Bojong, Cengkareng. Tadinya acara kunjungan ke panti asuhan tersebut direncanakan minggu depan, tanggal 13 nanti, berhubung papa Via mo tugas luar, terpaksa dimaju satu minggu. Dan semuanya jadi dadakan, padahal jauh-jauh hari aku dah bilang ama misua, mo ikut nyumbang baju-baju yang masih layak pake, berikut sedikit makanan kecil buat anak anak disana. Acara ke panti baru aku tau setelah nyampe dirumah mereka...huhuhh
Seumur hidup, sampe setua ini, baru kali ini aku melakukan kunjungan ketempat seperti itu. Sulit sekali membayangkan seperti apa kehidupan anak-anak sana.
Memasuki kawasan panti asuhan yang cukup asri itu, beberapa pohon besar tampak berdiri kokoh didepannya. Anak-anak kecil yang jumlahnya puluhan orang berlarian menghampiri kami ketika mobil yang kami kendarai berhenti didepan mereka. Ada yang membukakan pintu pagar, ada yang bergandengan menatap kami, dan sebagian kecil dari mereka berlarian masuk ke dalam rumah yang sudah mulai tampak tua itu. Seorang suster datang mempersilahkan kami untuk masuk.
Rumah besar itu tampak bersih dan rapi, tidak terkesan kumuh seperti bayanganku sebelumnya. Anak-anak kecil itu pun menunjukkan keceriaan dan kegembiraan, jauh dari kesan anak-anak yatim piatu yang selalu digambarkan penuh kemurungan. Mereka saling bercanda, dan sibuk mengerubungi "Via" ponakan kecilku yang cantik itu. Nathan masih tampak enggan turun dari gendongan, mungkin karena syok melihat temen-temen sebanyak itu. Semenit dua menit kemudian, mulai tampak kegirangannya bertemu dengan teman-teman sebayanya yang cukup banyak itu. Anak-anak itu umurnya berkisar 2 s/d 8 tahunan, yang berjumlah sekitar 40-an anak, menurut suster penjaga dilantai atas ada belasan bayi yang berusia 0 s/d 1 thn. Rata-rata mereka diantar oleh ibu mereka sendiri!!!
Setelah menyanyikan lagu ulang tahun, di lanjutkan acara bagi-bagi makanan kecil, kami pun diajak suster untuk melihat bayi-bayi dilantai atas tadi. Sepanjang perjalanan menuju lantai atas, aku sibuk memperhatikan ruangan-ruangan tempat biasa anak-anak tersebut bermain, kamar-kamar tidur mereka yang tertata rapi, juga mainan mereka yang rapi tersusun dirak-raknya. Bersih sekali.
Dilantai atas, terlihat 3 orang Babysitter yang sibuk mengurus bayi yang jumlahnya belasan itu, ada yang lagi mengantikan popok, ada yang sedang memberi susu, bahkan ada yang harus mengendong 2 anak sekaligus, sebagian besar lainnya tiduran dibox masing-masing. Sayangnya, kami tidak ijinkan masuk kedalam, terpaksa hanya bisa melihat mereka dari kaca. Box-box bayi itu semuanya penuh terisi, hampir mirip ruang bayi dirumah sakit bersalin.
Disini, aku bener-bener merasa terenyuh, bayi bayi itu lucu-lucu sekali, tampang mereka sungguh tak berdosa. tatapan matanya yang polos membuat hatiku yang juga sebagai seorang ibu teriris-iris, tampak terasa aku telah menangis sesegukan, bahuku jadi terguncang-guncang. Misua yang berdiri didekatku langsung memelukku, yang justru semakin memperkeras tangisku. Kutumpahkan semua airmataku dipelukannya. Aku bener-bener jadi malu, tapi perasaan sedih yang menyayat itu bener-bener tidak bisa kutepis. Saat ku goda bayi itu , dia tersenyum lucu, ingin kurengkuh dalam pelukan, sayang...kaca itu membatasi kami. Bayi yang kupandangi itu ditinggal ibunya dipanti itu setelah sehari dilahirkan, ibunya masih sangat belia, kelas 1 SMU, akibat pergaulan bebas, kata sang suster. Hiks! sekarang liat anak tidak berdosa itu, harus menanggung kelakuan ibunya dirumah penampungan seperti itu, tanpa merasakan kasih sayang dari orang tuanya.
Seorang bayi berusia 9 bulan, bernama Jojo, ditinggal oleh ibunya yang seorang mahasiswi. Jojo sangat menarik perhatian, kulitnya putih bersih, bibirnya merah merekah, posturnya cukup besar ketimbang anak-anak lain seumurnya, dengan rambut pirang juga mata coklat yang lebih menjurus ke abu-abu, menurutku Jojo anak blasteran. He's really cute, banyak sekali yang ingin mengadopsinya, tapi sayang pihak panti tidak mengizinkan, dan memang seperti itu peraturannya, tidak ada kata adopsi di yayasan tersebut. Donaturnya cukup kuat, entah apa alasan mereka, yang jelas mereka akan merawat anak-anak itu sampai berumur 12 tahun, kemudian melimpahkannya ke yayasan lain jika sang anak sudah berusia diatas 12.
Dulu, waktu Nathan berulang tahun aku sama sekali tidak kepikiran untuk merayakannya ditempat-tempat seperti ini, padahal banyak sekali yang dapat dibagi, selain kebersamaan dan kegembiraan tentunya. Kedatangan kami yang sesaat itu cukup membuat mereka bergembira ria. Walaupun bingkisan yang dibagi tidak banyak, tapi cukup berarti buat mereka. Mendatangi tempat-tempat seperti itu membuatku tidak hentinya bersyukur. Memiliki keluarga yang utuh, walau tidak berlimpah materi, tapi hidup dalam kesederhanaan tetapi selalu bersama.
Ketika mendatangi tempat-tempat seperti Mall, apalagi TA, yang muncul adalah justru rasa iri, karena seringkali yang terlihat orang-orang borjuis yang berlimpah materi. Bener kata pendetaku, jangan selalu melihat keatas, karena engkau tidak akan pernah bisa bersyukur, sekali-kali lihatlah ke bawah, karena tak henti-hentinya hatimu akan bersyukur.
Sungguh minggu dengan pembelajaran yang luar biasa, dilain waktu kami kembali berkomitmen untuk mencari panti-panti yang lebih membutuhkan perhatian, semoga sedikit cinta kasih dari kami dapat memberi kebahagiaan buat mereka. Walaupun bukan orang kaya, ternyata masih banyak yang dapat kita lakukan dengan saling berbagi. Tidak harus memberikan barang-barang mewah, sebotol susu saja sanggup membuat mereka berebutan. "Terima kasih, kapan datang lagi tante...?" tanya mereka polos. Labels: Curhat |
posted by Liana @ 6:35 AM  |
|
|
|
|
| |
| Clock |
Tangerang |
| Get paid to write online |
|
|
| Earn Money from Blogvertise |
|
|
| William in memoriam |
|
|
| Nathan & Kenzie's Ticker |
|
|
| Anniversary |
|
|
| Shout box |
|
|
| Box Journal |
|
| Archives |
|
|
| Friends & favorite link |
|
|
| Powered by |
Isnaini Dot Com and Car Pictures
 |
|